Posted on: May 28, 2020 Posted by: fasha Comments: 0
Surat Yang Harus Dikantongi Jika Ingin Kembali Ke Jakarta

Pemprov DKI Jakarta mencoba mengantisipasi, lonjakan arus balik Lebaran 2020 yang mungkin akan terjadi dalam waktu dekat. Karena saat ini, Jakarta diklaim telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalan menangani kasus covid – 19. Hal ini dilihat dari angka reproduksi penyakit virus corona.

Sehingga, antisipasi arus balik menjadi langkah yang krusia guna mencegah Jakarta kembali mengalami lonjakan kasus covid – 19. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan. Untuk yang warga yang mudik ke kampung halam dan ingin kembali ke Jakarta makan harus mengantongi surat izin keluar masuk (SIKM)

Ia menyampaikan bahwa sebelumnya, ia sudah menghimbau masyarakat Jakarta untuk tetap tinggal di Jakarta dan tidak pulang kampung. Karena jika meninggalkan Jakarta, belum tentu pemudik bisa kembali dengan mudah dan cepat. Hal ini ia lakukan agar kerja keras puluhan orang selama dua lebih. Dalam menurunkan penulan virus corona ini batal dan hancur karena adanya muncul gelombang baru penularan virus corona.

Anies juga menyampaikan, pemeriksaan SIKM akan dilakukan dengan sangat ketat melibatkan, TNI, Kepolisian, dan Pemprov DKI Jakarta. Titik pemeriksaannya akan ada diberbagai akses keluar masuk Jakarta.

Ketentuan SIKM Jakarta

Ketentuan soal SIKM ini sebelumnya telah diterbitkan oleh Anies Baswedan. Semenjak pertengahan bulan lalu, yaitu melalui Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 47 Tahun 2020 Tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Keluar dan Masuk. Anies juga mengatakan, SIKM ini akan diterbitkan untuk kalangan terbatas.

Yang pertama adalah untuk para pekerja yang harus keluar masuk Jakarta atau pun Jabodetabek, dengan catatan para pekerja bekerja di 11 sektor yang diizinkan beroperasi pada saat pandemi corona.

11 sektor itu yakni sektor kesehatan, bahan pangan/makanan/minuman. Komunikasi dan teknologi informasi, energi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, pelayanan atau utilitas publik dan industri strategis. Lalu yang kedua, SIKM hanya berkah dikantongi oleh warga yang sedang dalam keadaan darurat seperti sakit atau keluarga dan kerabat yang meninggal.

Anies juga menambahkan, kebijakan ini mengacu pada ketentun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 Nasional. Ketua Gugus Utama Doni Monardo, juga menjelaskan bahwa siapapun yang berpergian wajib untuk membawa persyaratan utama. Persyaratannya berupa bukti tes kesehatan negatif covid – 19 atau PCR.  Bukti tersebut akan diminta pada saat warga mengurus SIKM DKI Jakarta.

READ  Akibat Virus Corona, Sejumlah Anak Mengidap Penyakit Langka

Nantinya, Pemprov DKI Jakarta akan menerbitkan dua kategori SIKM. Pertama yaitu SIKM perjalanan berulang, untuk pengusaha/pegawai/orang asing yang tinggal di Jakarta namun memiliki lokasi kerja di luar Jabodetabek dan sebaliknya.

Dan yang kedua adalah SIKM perjalanan sekali untuk warga yang melakukan perjalanan dinas keluar Jabodetabek dan warga yang yang punya tempat usaha/tempat tinggal di Jakarta atau memiliki keperluan darurat (pasien gawat darurat atau keluarga dan kerabata mengalami sakit keras/wafat).