Posted on: July 12, 2020 Posted by: Admin Comments: 0

Segala kegiatan yang menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan bagi sumber daya manusia rumah sakit , pasien, pendamping pasien, pengunjung, maupun lingkungan di dalam dan sekitar rumah sakit dapat disebut sebagai K3 rumah sakit atau keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit.

Keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit ini merupakan bagian dari upaya pencegahan kecelakaan kerja maupun penyakit  yang terjadi akibat pekerjaan rumah sakit. K3 rumah sakit sangat penting dilaksanakan untuk mengurangi banyaknya kasus keselamatan yang terjadi  di rumah sakit.  Dan K3 ini telah menjadi syarat penting dari regulasi-regulasi di Republik Indonesia yang harus dipenuhi rumah sakit.

Dasar hukum diadakannya keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit terdapat dalam beberapa undang-undang, diantaranya adalah Undang-Undang No.1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja. Undang-Undang No 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Tujuan diadakannya keselamatan dan kesehatan kerja ini berkaitan erat dengan mencegah terjadinya kecelakaan, resiko keselamatan dan kesehatan yang berada di lingkup rumah sakit sehingga tidak akan menimbulkan terjadinya efek buruk terhadap keselamatan dan kesehatan sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pendamping pasien, dan pengunjung.

Tujuan lainnya juga untuk terselenggaranya keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit secara optimal, efektif, efesien, serta berkesinambungan. Pengelolaan bahan berbahaya dan beracun di rumah sakit yang mungkin dapat berpengaruh kepada keselamatan dan kesehatan. Pencegahan dan pengendalian bencana kebakaran yang mungkin terjadi. Pengelolaan sarana dan prasarana yang ada di rumah sakit.

Pengelolaan peralatan medis yang memiliki potensi bahaya baik saat digunakan maupun tidak digunakan. Kesiapsiagaan para masyarakat di dalam lingkungan rumah sakit untuk menghadapi kondisi darurat yang menyebabkan kerugian. Serta menurunkan angka kejadian dan prevalansi penyakit yang mungkin terjadi.

Adapun prinsip K3 rumah sakit adalah:

  1. Kapasitas kerja

Prinsip ini berhubungan dengan kemampuan sumber daya atau karyawan yang bekerja di dalam rumah sakit. Apakah sumber daya rumah sakit memiliki kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dalam kondisi yang terikat tempat dan waktu tertentu.

  1. Beban kerja
READ  Kamu Para Perempuan Harus Berhati – Hati Dengan Penyakit Ini

Berhubungan langsung dengan bagaimana kondisi yang terjadi di lingkungan rumah sakit, apakah membebani pekerja baik secara fisik maupun non fisik saat akan menyelesaikan pekerjaannya. Di mana kondsi tersebut dapat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan rumah sakit yang mendukung atau tidak mendukung.

 

Lalu ada pula bahaya-bahaya yang mungkin sangat berpotensi terjadi di rumah sakit, diantaranya yang pertama adalah bahaya fisik yang biasanya terhubung dengan suara bising, getaran, panas, debu, dan listrik. Kedua adalah bahaya kimia yang biasanya berhubungan  dengan pelarut, disinfektan, sitotoksik, pengawet, serta gas media.

Ketiga adalah bahaya biologi yang biasanya berhubungan dengan virus, bakteri, parasit, serangga, maupun pests. Keempat adalah bahaya  ergonomi yang berhubungan dengan pekerjaan secara manual, berulang, dan postur salah.  Terakhir ada bahaya psikososial seperti jam kerja panjang, jaga malam, serta rekan kerja.

Untuk mencapai tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja, maka rumah sakit harus memiliki manajemen fasilitas keamanan yang terbagi dalam beberapa bidang, diantaranya keselamatan dan keamanan dimulai dari fisik bangunan dan kesehatan kerja. Lalu manajemen emergensi yang siap menangani bencana alam serta kegagalan sistem informasi.

Terdapat manajemen pengamanan kebakaran. Manajemen yang menangani peralatan medis. Sistem utilitas seperti air baku, air minum dan listrik. Dan terakhir manajemen bahan berbahaya yaitu berkaitan erat dengan bagaimana penanganan bahan berbahaya dan limbah berbahaya .

Khusus untuk penanganan limbah berbahaya, setelah melihat fakta bahwa saat ini jasa pembuatan IPAL tidak lagi asing, maka rumah sakit perlu membangun instalasi pengolahan air limbah untuk mengolah limbah yang telah dihasilkan sekaligus untuk memenuhi aturan K3 rumah sakit.