Posted on: May 18, 2020 Posted by: fasha Comments: 0
Akibat Virus Corona, Sejumlah Anak Mengidap Penyakit Langka

Akibat wabah virus corona sejumlah anak di Amerika Serikat dan Inggris mengidap penyakit peradangan yang langka. Di negara Eropa, sejumlah anak didiagnosis mengalami penyakit yang juga serupa dengan Sindrom TS (Toxic Shock Syndrome). Di Inggris, ada sekitar 100 anak telah dinyatakan mengidap penyakit tersebut. Dan beberapa diantara mereka masih memerlukan perawatan insentif, dan ada jugaa anak – anak yang sudah pulih dengan cepat.

Sebelumnya pada bulan April lalu, para dokter layanan kesehatan Inggris (NHS) diminta untuk memantau dan menyelidiki kasus penyakit langka dan berbahaya yang terjadi pada anak – anak. Hal ini dilakukan setelah delapan anak di London jatuh sakit, dan salah satu anak yang berumur 14 tahun meninggal dunia.

Para dokter mengungkapkan, kedelapan anak tersebut memilki gejala yang sama ketika mereka di opname di Rumah Sakit Anak Evelina, London. Gejala tersebut yaitu, ruam kulit, demam tinggi, mata merah, nyeri dan bengkak.

Sebagian besar anak – anak tersebut tidak memiliki masalah pada pernapasannya atau paru – parunya. Namun tujuh diantara mereka harus dipasangi ventilator untuk membantu menangani masalah jantung dan juga sirkulasi.

Para dokter juga menyebutkan, fenomena baru ini mirip dengan sindron Kawasaki. Penyakit langka yang menyerang anak – anak dengan usia dibawah 5 tahu. Gejalanya menunjukkan pembengkakan kelenjar di leher, ruam kulit, dan bibir pecah – pecah. Tetapi sindrom ini  juga bisa berdampak pada anak usia 16 tahun, sebagian dari mereka mengalami komplikasi yang serius.

Kaitan Virus Corona dengan Syndrom

Dr Liz Whittaker, Dosen klinis di bidang penyakit menular pada anak mengatakan, bahwa ada keterkaitan virus corona dengan sindrom tersebut. Ia beranggapan, sindrom tersebut kemungkinan berkaitan dengan adanya pembangunan antibodi setelah terinfeksi virus corona.

Profesor Russel Viner dari Inggris mengatakan, mayoritas anak – anak yang mengalami sindrom ini telah mendapat perawatan dan semakin hari keadaannya semakin membaik sehingga mereka bisa pulang kerumahnya. Ia juga menekankan jika penyakit ini sangat langka, sehingga sebisa mungkin para orangtua jangan sekalipun membiarkan dan memperbolehkan anak – anaknya untuk keluar rumah saat masih ada wabah virus corona ini.

READ  Kamu Para Perempuan Harus Berhati – Hati Dengan Penyakit Ini

Menurutnya, perlu diadakan sosialisasi kepada para orangtua mengenai penyakit langka peradangan ini. Anak – anak yang mengidap virus corona (Covid – 19) berjumlah 1 hingga 12 persen. atau kurang dari 500 pasien dirumah sakit.

Kedokteran spesialis di London mengatakan, kebanyakan anak – anak tersebut teruji negatif dari virus corona (Covid – 19). Tetapi mereka teruji positif untuk penyakit yang menginfeksi antibodi mereka.

Pakar kesehatan anak di inggris mengatakan, kondisi bisa jadi tidak hanya berdampak bagi anak – anak kecil saja. Dan saat ini, Para peniliti AS dan Eropa sedang mencari tahu banyak mengenai sindrom peradangan multisystem pediatric ini (PIMS-TS).